SoundrenAline 2016: Sebuah Pengalaman

Keseriusan Soundrenaline 2016 dalam mengusung tema “Louder Than Ever” terlihat jelas dari konsep kolaborasi gila-gilaan dikerahkan antar sesama musisi tanah air.

Konsep ini meninggalkan kesan kuat di penonton terutama dengan menyuguhkan musisi-musisi Indonesia yang multi-genre. Tercatat sebanyak 102 ribu penikmat musik datang ke festival musik Indonesia ini selama dua hari berturut-turut di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Denpasar Bali.

Penampilan luar biasa dari para musisi mainstream maupun sidestream hadir di lima panggung megah; A Stage, Louder Than Ever Stage, Go A Head Stage, Amphitheater Stage dan Express Yourself Stage. Soundrenaline kali ini tidak hanya menampilkan musisi yang sudah malang melintang di dunia musik Indonesia tetapi juga ada beberapa nama yang yang berhasil ‘pecah telor manggung di Soundrenaline’ seperti

Efek Rumah Kaca, DDHEAR dan Under The Big Bright Yellow Sun. Tidak hanya suguhan musisi dalam negeri Soundrenaline 2016 juga memberikan penampilan beberapa musisi luar negeri yaitu Simple Plan, Bloc Party dan Temper Trap.

Screen Shot 2016-09-30 at 11.02.19 AM.png

***

Di hari pertama Soundrenaline 2016, aku sedang menikmati suasana GWK di sore hari dan kemudian keliling area festival bersama dengan Garin Anugrah untuk mengambil beberapa gambar. Garin adalah pemenang dari Visual Rhythm, workshop fotografi panggung yang dilaksanakan di Jakarta bersama dengan Rendha Rais.

Screen Shot 2016-09-30 at 11.01.21 AM.png

Menjelang malam, aku ingin menonton Isyana Sarasvati di Go Ahead Stage. Penampilan Isyana sangat lady rocker sekali malam itu sehingga membawa energi yang berbeda. Isyana memulai penampilannya dengan membawakan lagu gembira dan sempat berkolaborasi dengan Rayi RAN.

Ia juga sempat membawakan beragam lagu rock dari Queen mulai dari We Will Rock You, Bohemian Rhapsody, Crazy Little Thing Called Love hingga Don’t Stop Me Now. Tapi serocker-rockernya penonton, di lagu “Tetap dalam Jiwa” kami saja menyanyikan liriknya dengan kencang. Penampilan memang boleh Nirvana, tapi isi hati sih tetap Isyana.

Screen Shot 2016-09-30 at 11.04.27 AM.png

Aku kemudian pindah ke Amphiteater Stage karena Stars and Rabbit yang terkenal dengan sihir panggung khas mereka akan tampil. Pada penampilan mereka di Soundrenaline ini, Elda sang vokal membuat sendiri tamborin DIY (Do It Yourself) untuk dibagikan ke penonton agar bisa berpartisipasi dalam penampilan mereka.

Di hari kedua Soundrenaline 2016, aku beredar di Louder Than Ever Stage karena NTRL, Barasuara dan Seringai akan tampil di sana.

Screen Shot 2016-09-30 at 11.05.48 AM.png

T

Ternyata, NTRL punya cara tersendiri dalam berinteraksi dengan penontonnya,penampilannya sangat lepas dan sangat bisa membaur dengan penonton bahkan di level becanda. Aku hanya menyayangkan mereka tidak membawakan Cahaya Bulan.

Selanjutnya adalah LOLOT, band rock traditional asal Bali, yang menghidupkan sensasi menonton konser karena sing-along penonton dengan lirik berbahasa Bali yang semakin membuat pengalaman menghadiri festival musik di Pulau Dewata semakin terasa.

Barasuara nampaknya sangat berniat memberikan penampilan terbaiknya untuk debut penampilan mereka di Soundrenaline kali ini. Terlihat dari raut semangat yang diperlihatkan Iga sang vokal hingga akhir penampilan. “Seperti anak band lainnya, manggung di Soundrenaline adalah mimpi kami dalam bermusik,” kata Iga di sela lagu.

Di akhir penampilan, penonton dengan begitu gembira menyambut Iga yang menghempaskan badannya ke kumpulan penonton.

Puncaknya, aku puas dengan penampilan Seringai, band langganan Soundrenaline ini meski ini adalah pengalaman yang pertama kalinya. Kusaksikan sendiri bagaimana Arian berinteraksi dengan Serigala Militia. Ini pertama kalinya aku menyaksikan Seringai. Penampilan dibuka dengan main OST Game of Thrones yang semakin membuat adrenalinku berbangkit menyaksikan langsung band yang kudengarkan sejak masa sekolah menengah atas. Ini aku sedikit rekam penampilan mereka ya.

Seperti di post aku sebelumnya, aku ingin fokus ke penampilan dari band tanah air, yang pertama karena baru sekarang aku punya kesempatan. Aku rasa penampilan band-band yang kutonton pecah sekali lah, baik dari penampilan mereka dan kualitas suara dan tata panggung. 

Terima kasih Soundrenaline 2016, pengalaman musik yang sangat seru untuk dibawa pulang ke Jakarta. Terima kasih Bali, selalu menjadi kota untuk aku kembali. Terima kasih teman-teman di Bali yang sempat bertukar cerita dan pengalaman mereka tentang Soundrenaline sebelumnya.

Sampai jumpa lagi di Soundrenaline 2017 ya!

Advertisements

About lolitalavietha

Lolita Lavietha is a social networking enthusiast who believes the social media with its creative content is the future of communication. Lolita lives in Jakarta, and loves running the extra miles and improve her diving experience. Reach Lolita at: Twitter & Instagram: lavivrie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: